animasi bergerak gif
IN YOUR EYES: Laporan Praktikum MIKROBIOLOGI NUTRISI - PENGENALAN MIKROSKOP DAN PEMBUATAN PREPARAT

Rabu, 09 September 2015

Laporan Praktikum MIKROBIOLOGI NUTRISI - PENGENALAN MIKROSKOP DAN PEMBUATAN PREPARAT

Laporan praktikum ke : 3
Hari/tanggal : 17 maret 2015
Mikrobiologi nutrisi
Nama asisten :
1.    Gusti A. Gultom    D24080102
2.    Fitria Nur Aini       D24110002
3.    Afdola R. N.          D24110041
4.    M. Ridho Prasetyo D24110063




PENGENALAN MIKROSKOP DAN PEMBUATAN PREPARAT
Wungu Endah Cahyani
D24130061
Kelompok 02/G1










DEPARTEMEN ILMU NUTRISI & TEKNOLOGI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015




PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroskop merupakan bagian alat yang terdapat di laboratorium.mikroskop merupakan suatu optik seperti sepasang lensa. Kegunaan dari mikroskop sangat banyak sekali terutama dapat membantu praktikan untuk mengamati organisme yang sangat kecil yang tidak di lihat dengan penglihatan biasa.Dengan adanya mikroskop semua organisme mikroskopik dapat diamati dengan jelas.
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) yang berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak.Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang.
Tujuan
            Tujuan praktikum adalah untuk memperkenalkan prinsip-prinsip mikroskop cahaya, melatih menggunakan mikroskop dengan berbagai pembesaran dan mempelajari teknik persiapan preparat kering dan basah untuk mengamati berbagai macam organisme dan mikroskop.




























TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Mikroskop
            Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan).  Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya.Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis.Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya matahari dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan listrik.Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya (Indrawan, 2003).
            Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya (Sulistyaindriani, 2011). Mikroskop adalah alat utama dalam mempelajari struktur benda-benda kecil. Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik, yang banyak dilakukan di Laboratorium sekolah. Mikroskop optik dapat dibedakan menjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop streoatau binokuler (Jayadi, 2011). Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih besar daripada wujud sebenarnya.Hal ini disebut pembesaran.Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak nampak oleh mata telanjang. Hal ini disebut penguraian (Goldster, 2004).    
            Mikroskop adalah alat optik yang di gunakan untuk melihat benda yang sangat kecil yang tidak dapat di lihat dengan lup, seperti penampang sel dan jasad renik. Alat ini dapat terdiri atas dua lensa cembung dengan jarak fokus berbeda. Lensa yang nilai fokusnya kecil di letakkan dekat benda di sebut lensa obyektif. Sedangkan lensa yang satu lagi nilai fokusnya lebih besar di tempatkan dekat mata di sebut lensa okuler. Mikroskop pertama di buat oleh Gali Leo pada tahun 1610. Mikroskop yang cukup sempurna di buat oleh Van Leowenhoek pada tahun 1674, seorang ahli jasad renik berkebangsaan Belanda (Djamhuri,2000).
            Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik yang terpisah (Campbell, 1987).

Penemu Mikroskop
            Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik.Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer.Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer karena kemampuan yang terbatas.
            Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek.Dari ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron.Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya.Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik.Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal..

            Ada 2 jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan, yaitu transmission electron microscopy (TEM) dan scanning electron microscopy (SEM).TEM dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932.Saat itu, Ernst Ruska masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen pembimbingnya.Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986.Sebagaimana namanya, TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.
            Tidak jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred von Ardenne (ilmuwan Jerman).Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip sebagaimana gambar pada televisi. 
Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.
            Demikian, SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda berukuran nano meter.Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi rendahnya struktur) resolusinya rendah.Ini merupakan kelemahan SEM yang belum diketahui pemecahannya.Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset teknologi nano " (Godman, 1999).
Prinsip Mikroskop
            Perbesaran total diperoleh dengan cara mengalikan perbesaran objektif dengan perbesaran okuler. Misalnya perbesaran total yang diperoleh dari objektif 40 kali dan okuler 10 kali ialah 40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip kerja/proses pemantulan cahaya/pengamatan pada miksorskop.Perbesaran saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris kondensor harus digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan perbesaran tiggi memebutuhkan lebih banyak cahaya.Perbesaran objektif 100 kali juga harus menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya cahaya yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca dan udara. Indeks bias udara 1, sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak imersi sama dengan kaca yaitu 1,56. Perhatikan gambar ini untuk memperlihatkan proses difraksi (Pelczar, 1986).

Bakteri
            Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme.Mereka tersebar (berada di mana-mana) ditanah,air,dan sebagaisimbiosisdariorganisme lain. Banyak  patogenmerupakan bakteri. Kebanyakan dari merekakecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi (Mikrococcus, Diplococcus, Tetracoccus, Sarcina, Staphylococcus, Streptococcus) ; Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atausilinder, dan mempunyai beberapa variasi (Diplobacillus, Streptobacillus) ; Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai beberapa variasi (Vibrio, Spiral). (Irianto, 2006)

Pembesaran Mikroskop
            Menurut Tim Penyusun (2013), mikroskop optik terdiri atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk  pengamatan benda tipis transparan. Mikroskop biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan pembesaran Objektif 4x dengan okuler 10x , pembesaran 40x ; Objektif 10x dengan okuler 10x , pembesaran 100x ; Objektif 40x dengan okuler 10x , pembesaran 400 ; Objektif 100x dengan okuler 10x , pembesaran 1000x.

MATERI DAN METODE
Materi
            Alat yang digunakan dalam pembuatan preparat kering dan basah dalam praktikum pengenalan mikroskop adalah kaca preparat, cover glass, spidol, syringe, botol spirtus dan mikroskop.Sedangkan bahan yang digunakan adalah aquades steril, kapas, rambut, media awetan tanah, alcohol 70% dan sampel mikroba.
Metode
Preparat Kering
            Dipastikan lingkungan tempat pembiakan steril menggunakan alcohol 70%. Kaca objek yang telah steril digambar lingkaran pada bagian bawahnya dan dipanaskan dekat api. Setelah itu diambil sampel mikroba menggunakan syringe dan diratakan pada bagian yang telah dilingkari. Kaca objek yang telah diulas dengan sampel dipanaskan dekat api sampai sampel mengering tetapi dijaga agar sampel tidak menguap semua dan gosok.
Preparat Basah
            Dipastikan lingkungan tempat pembiakan steril menggunakan alcohol 70%.Diambil contoh kapas dan rambut, kemudian diletakkan diatas kaca objek.Agar sampel tadi tidak bergerak lagi ditetesin beberapa tetes aquades steril.Setelah itu ditutup dengan cover glass, diperhatikan saat menutup dengan cover glass jangan sampai ada gelembung udara.Sampel tersebut diamati dengan menggunakan mikroskop dengan berbagai macam perbesaran (4 x 10, 10 x 10 dan 40 x 10) dan digambar setiap perbesaran.



HASIL DAN PEMBAHASAN
            Praktikum mengenai pengenalan mikroskop mengamati berbagai sampel dengan berbagai macam perbesaran yang diamati. Berikut merupakan hasil yang didapat :
 Mikroba Tanah Awetan (Rhizopus sp.)

                        Gambar Tangan                                               Gambar Literatur
Screenshot_2015-03-17-13-58-02.jpg
 






                          4 x 10                                                                    4 x 10
Screenshot_2015-03-17-14-02-38.jpg





              
                        10 x 10                                                                        10 x 10
Screenshot_2015-03-17-15-11-41_1.jpg



                       
                        40 x 10                                                                        40 x 10


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihoWnMxKPTSjogq09dM92FPlj8KW5px2AmkYXK1XabzYgjJxn_4MASvLKZ7_BNveA4umbRTTQOxxpgU0qKeAYK43MFdRuc08DFrlAwWCH15vfbxSDmPaiOA_5vt0I9zHfq9OyjbM7eNUM/s320/m.png


Fungsi bagian-bagian mikroskop:
A. Lensa okuler: menayangkan bayangan benda langsung pada mata si peneliti
B. Tubus: tempat menempelnya lensa objektif atau untuk menaik turunkan lensa objektif.
C. Revolver: tempat menempelnya lensa objektif dan untuk memutar lensa objektif.
D. Lensa objektif pembesaran lemah: membesarkan bayangan benda secara lemah.
E. Lensa objektif pembesaran kuat: membesarkan bayangan benda secara kuat.
F.  Meja preparat: meletakan benda (preparat) yang akan di teliti.
G. Penjepit preparat: menjepit preparat agar tidak bergeser.
H. Kaki mikroskop: menopang atau berdirinya mikroskop.
I.  Cermin (reflektor): memantulkan atau mengumpulkan cahaya.
J.  Diafragma: mengatur intensitas cahaya yang masuk.
K. Lengan mikroskop: memegang mikroskop.
L. Mikrometer: mengatur fokus halus dan mempertajam bayangan benda.
M.        Makrometer: mengatur fokus kasar dan memperjelas bayangan benda.

            Pada gambar literatur yang dilihat pada mikroskop, didapatkan hasil bahwa pembesaran yang paling jelas dilihat struktur dengan tampak keseluruhan mikrobanya adalah pada saat pembesaran 4x10. Disitu terlihat mikroba mempunyai bentuk seperti serabut-serabut dan banyak. Pada pembesaran 10x10 gambar yang didapat tidak terlalu jelas namun menampakkan struktur mkroba yang lebih detil dibandingkan dengan pembesaran 4x10, bentuk mikroba yang didapat adalah seperti jaring dan seperti terdapat bulu cambuk. Untuk pemebesaran 40x10 gambar mikroskop tidak terlalu jelas namun kedetilan bentuk mikrobanya semakin detil, dimana mikroba yang didapat gambar mempunyai bentuk kotak lonjong.
KESIMPULAN
            Dengan mengetahui prinsip kerja mikroskop cahaya dapat dengan mudah memanfaatkan bagian-bagian pada mikroskop saat pengamatan sampel. Semakin besar perbesaran yang dilakukan saat mengamati sampel, maka ukuran suatu objek dapat dilihat dengan jelas. Prinsip-prinsip penting mikroskop cahaya beserta bagian-bagiannya dapat diperkenalkan saat praktikum. Praktikan dapat mempelajari teknik penyiapan preparat basah dan kering untuk mengamati berbagai macam mikroorganisme menggunakan mikroskop dari praktikum yang dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA
Brinka. 2012. Gambar Mikroskop Beserta Bagian dan Fungsinya.             http://kuliahvsngebolang.blogspot.com/2012/05/laporan-mikroskop.html.    Diakses pada tanggal 25 Maret 2014.
Campbell, N.A..1987. Biologi Edisi kelima Jilid 1.Erlangga, Jakarta.
Djamhuri, dkk.2000.Penuntuns Fisika. Armico, Bandung.
Godman, Arthur. 1999. Kamus Sains Bergambar. Gramedia Pustakan Utama,        Jakarta.
Goldster, Philip. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi II. Ikrar Mandiri   Abadi,             Jakarta.
Indrawan, M. 2003. Biologi Dasar. Kawan Pustaka, Jakarta.
Inggaranan, J. 1982. Dunia Mikroba I. Jakarta: Bharatama Karya Akdara.
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi. Bandung: Yrama Widya.
Jayadi. 2011. Penunutun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA            UNM, Makasar. 
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas      Indonesia,       Jakarta.
Steenis, C.G.G.J van. 1981. Flora Untuk Sekolah di Indonesia. Pradnya     Paramita, Jakarta.

Tim Penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makassar: Jurusan           Biologi FMIPA UNM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar