Laporan praktikum ke : 3
|
Hari/tanggal : 17 maret 2015
|
Mikrobiologi nutrisi
|
Nama asisten :
1. Gusti
A. Gultom D24080102
2. Fitria
Nur Aini D24110002
3. Afdola
R. N. D24110041
4. M.
Ridho Prasetyo D24110063
|
Wungu Endah Cahyani
D24130061
Kelompok 02/G1

DEPARTEMEN
ILMU NUTRISI & TEKNOLOGI PAKAN
FAKULTAS
PETERNAKAN
INSTITUT
PERTANIAN BOGOR
2015
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroskop merupakan bagian alat yang terdapat di
laboratorium.mikroskop merupakan suatu optik seperti sepasang lensa. Kegunaan
dari mikroskop sangat banyak sekali terutama dapat membantu praktikan untuk
mengamati organisme yang sangat kecil yang tidak di lihat dengan penglihatan
biasa.Dengan adanya mikroskop semua organisme mikroskopik dapat diamati dengan
jelas.
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek
(1632-1723) yang berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop yang masing-masing
terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka
kuningan dan perak.Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah
200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya
majemuk yang ada sekarang.
Tujuan
Tujuan
praktikum adalah untuk memperkenalkan
prinsip-prinsip mikroskop cahaya, melatih menggunakan mikroskop dengan berbagai pembesaran dan mempelajari teknik persiapan
preparat kering dan basah untuk mengamati berbagai macam organisme dan
mikroskop.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian
Mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan).
Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang
kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati
susunannya.Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang
bersifat mikroskopis.Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan
fungsinya, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.Mikroskop
cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya matahari
dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan
listrik.Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya
(Indrawan, 2003).
Mikroskop adalah alat yang
di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil
menjadi lebih besar dari aslinya (Sulistyaindriani, 2011). Mikroskop adalah
alat utama dalam mempelajari struktur benda-benda kecil. Mikroskop yang
menggunakan cahaya disebut mikroskop optik, yang banyak dilakukan di
Laboratorium sekolah. Mikroskop optik dapat dibedakan menjadi mikroskop biologi
atau monokuler dan mikroskop streoatau binokuler (Jayadi, 2011). Mikroskop
membuat benda-benda kecil kelihatan lebih besar daripada wujud sebenarnya.Hal
ini disebut pembesaran.Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola
terperinci yang tidak nampak oleh mata telanjang. Hal ini disebut penguraian
(Goldster, 2004).
Mikroskop adalah alat optik yang di gunakan untuk melihat
benda yang sangat kecil yang tidak dapat di lihat dengan lup, seperti penampang
sel dan jasad renik. Alat ini dapat terdiri atas dua
lensa cembung dengan jarak fokus berbeda. Lensa yang nilai fokusnya kecil di letakkan dekat benda di
sebut lensa obyektif. Sedangkan
lensa yang satu lagi nilai fokusnya lebih besar di tempatkan dekat mata di
sebut lensa okuler. Mikroskop pertama di buat oleh Gali
Leo pada tahun 1610. Mikroskop yang cukup sempurna di
buat oleh Van Leowenhoek pada tahun 1674, seorang ahli jasad renik berkebangsaan
Belanda (Djamhuri,2000).
Dua
nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya atau
resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali
lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan
citra yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat
dibedakan sebagai dua titik yang terpisah (Campbell, 1987).
Penemu Mikroskop
Dalam
sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan
Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590.
Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei
(Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan
mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama
mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga
disebut mikroskop optik.Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki
kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit
difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis,
panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer.Untuk itu,
mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200
nanometer karena kemampuan yang terbatas.
Untuk melihat benda berukuran di
bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek.Dari
ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron.Sebagaimana namanya,
mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih
pendek dari cahaya.Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan
pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop
optik.Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga
menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada
mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa
mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi
menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop
elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal
ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk
molekul-molekul yang ada di udara normal..
Ada 2 jenis mikroskop elektron yang
biasa digunakan, yaitu transmission electron microscopy (TEM) dan scanning
electron microscopy (SEM).TEM dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska
dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932.Saat itu, Ernst Ruska
masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen
pembimbingnya.Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst
Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986.Sebagaimana namanya,
TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang
selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat
terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron
yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron
tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal
tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur
atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu
diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan
lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu
keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order
tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM
sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal
yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk
mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.
Tidak
jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred
von Ardenne (ilmuwan Jerman).Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan
oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip
scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang
didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip
sebagaimana gambar pada televisi.
Cara terbentuknya gambar pada SEM
berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar
dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron
pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut
discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang
terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya
ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray
tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa
dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga
bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.
Demikian,
SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda
berukuran nano meter.Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan
untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi
rendahnya struktur) resolusinya rendah.Ini merupakan kelemahan SEM yang belum
diketahui pemecahannya.Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah
dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara
horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe
microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM
maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang
sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope
(STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical
microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset
teknologi nano " (Godman, 1999).
Prinsip
Mikroskop
Perbesaran total diperoleh dengan
cara mengalikan perbesaran objektif dengan perbesaran okuler. Misalnya
perbesaran total yang diperoleh dari objektif 40 kali dan okuler 10 kali ialah
40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip kerja/proses pemantulan cahaya/pengamatan
pada miksorskop.Perbesaran saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris
kondensor harus digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan
perbesaran tiggi memebutuhkan lebih banyak cahaya.Perbesaran objektif 100 kali
juga harus menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah
hilangnya cahaya yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca
dan udara. Indeks bias udara 1, sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak
imersi sama dengan kaca yaitu 1,56. Perhatikan gambar ini untuk memperlihatkan
proses difraksi (Pelczar, 1986).
Bakteri
Bakteri
adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme.Mereka tersebar (berada
di mana-mana) ditanah,air,dan sebagaisimbiosisdariorganisme lain. Banyak patogenmerupakan bakteri. Kebanyakan dari
merekakecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat
menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Berdasarkan
bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu Kokus (Coccus)
adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa
variasi (Mikrococcus, Diplococcus, Tetracoccus, Sarcina, Staphylococcus,
Streptococcus) ; Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang
atausilinder, dan mempunyai beberapa variasi (Diplobacillus, Streptobacillus) ;
Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai beberapa
variasi (Vibrio, Spiral). (Irianto, 2006)
Pembesaran Mikroskop
Menurut Tim
Penyusun (2013), mikroskop optik terdiri atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan
mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis transparan. Mikroskop
biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif dengan kekuatan
pembesaran Objektif 4x dengan okuler 10x , pembesaran 40x ; Objektif 10x dengan
okuler 10x , pembesaran 100x ; Objektif 40x dengan okuler 10x , pembesaran 400
; Objektif 100x dengan okuler 10x , pembesaran 1000x.
MATERI DAN
METODE
Materi
Alat yang digunakan dalam pembuatan
preparat kering dan basah dalam praktikum pengenalan mikroskop adalah kaca
preparat, cover glass, spidol, syringe, botol spirtus dan mikroskop.Sedangkan
bahan yang digunakan adalah aquades steril, kapas, rambut, media awetan tanah,
alcohol 70% dan sampel mikroba.
Metode
Preparat
Kering
Dipastikan
lingkungan tempat pembiakan steril menggunakan alcohol 70%. Kaca objek yang
telah steril digambar lingkaran pada bagian bawahnya dan dipanaskan dekat api.
Setelah itu diambil sampel mikroba menggunakan syringe dan diratakan pada
bagian yang telah dilingkari. Kaca objek yang telah diulas dengan sampel
dipanaskan dekat api sampai sampel mengering tetapi dijaga agar sampel tidak
menguap semua dan gosok.
Preparat
Basah
Dipastikan
lingkungan tempat pembiakan steril menggunakan alcohol 70%.Diambil contoh kapas
dan rambut, kemudian diletakkan diatas kaca objek.Agar sampel tadi tidak
bergerak lagi ditetesin beberapa tetes aquades steril.Setelah itu ditutup
dengan cover glass, diperhatikan saat menutup dengan cover glass jangan sampai
ada gelembung udara.Sampel tersebut diamati dengan menggunakan mikroskop dengan
berbagai macam perbesaran (4 x 10, 10 x 10 dan 40 x 10) dan digambar setiap
perbesaran.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Praktikum
mengenai pengenalan mikroskop mengamati berbagai sampel dengan berbagai macam
perbesaran yang diamati. Berikut merupakan hasil yang didapat :
Mikroba Tanah Awetan (Rhizopus sp.)
Gambar Tangan Gambar
Literatur

![]() |
4 x 10 4 x 10
![]() |
10 x 10 10
x 10
40 x 10 40
x 10
![]() |
Fungsi
bagian-bagian mikroskop:
A. Lensa
okuler: menayangkan bayangan benda langsung pada mata si peneliti
B. Tubus:
tempat menempelnya lensa objektif atau untuk menaik turunkan lensa objektif.
C. Revolver:
tempat menempelnya lensa objektif dan untuk memutar lensa objektif.
D. Lensa
objektif pembesaran lemah: membesarkan bayangan benda secara lemah.
E. Lensa
objektif pembesaran kuat: membesarkan bayangan benda secara kuat.
F. Meja
preparat: meletakan benda (preparat) yang akan di teliti.
G. Penjepit
preparat: menjepit preparat agar tidak bergeser.
H. Kaki
mikroskop: menopang atau berdirinya mikroskop.
I. Cermin
(reflektor): memantulkan atau mengumpulkan cahaya.
J. Diafragma:
mengatur intensitas cahaya yang masuk.
K. Lengan
mikroskop: memegang mikroskop.
L. Mikrometer:
mengatur fokus halus dan mempertajam bayangan benda.
M. Makrometer:
mengatur fokus kasar dan memperjelas bayangan benda.
Pada
gambar literatur yang dilihat pada mikroskop, didapatkan hasil bahwa pembesaran
yang paling jelas dilihat struktur dengan tampak keseluruhan mikrobanya adalah
pada saat pembesaran 4x10. Disitu terlihat mikroba mempunyai bentuk seperti
serabut-serabut dan banyak. Pada pembesaran 10x10 gambar yang didapat tidak
terlalu jelas namun menampakkan struktur mkroba yang lebih detil dibandingkan
dengan pembesaran 4x10, bentuk mikroba yang didapat adalah seperti jaring dan
seperti terdapat bulu cambuk. Untuk pemebesaran 40x10 gambar mikroskop tidak
terlalu jelas namun kedetilan bentuk mikrobanya semakin detil, dimana mikroba
yang didapat gambar mempunyai bentuk kotak lonjong.
KESIMPULAN
Dengan mengetahui prinsip
kerja mikroskop cahaya dapat dengan mudah memanfaatkan bagian-bagian pada
mikroskop saat pengamatan sampel. Semakin besar perbesaran yang dilakukan saat
mengamati sampel, maka ukuran suatu objek dapat dilihat dengan jelas. Prinsip-prinsip
penting mikroskop cahaya beserta bagian-bagiannya dapat diperkenalkan saat
praktikum. Praktikan dapat mempelajari teknik penyiapan preparat basah dan
kering untuk mengamati berbagai macam mikroorganisme menggunakan mikroskop dari
praktikum yang dilaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Brinka. 2012. Gambar Mikroskop Beserta Bagian dan Fungsinya. http://kuliahvsngebolang.blogspot.com/2012/05/laporan-mikroskop.html.
Diakses pada tanggal 25 Maret 2014.
Campbell, N.A..1987. Biologi Edisi kelima Jilid 1.Erlangga, Jakarta.
Djamhuri, dkk.2000.Penuntuns Fisika. Armico, Bandung.
Godman, Arthur. 1999. Kamus Sains Bergambar. Gramedia Pustakan Utama, Jakarta.
Goldster, Philip. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi II. Ikrar
Mandiri Abadi, Jakarta.
Indrawan, M. 2003. Biologi Dasar. Kawan Pustaka, Jakarta.
Inggaranan, J. 1982. Dunia Mikroba I. Jakarta: Bharatama Karya Akdara.
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi. Bandung: Yrama Widya.
Jayadi. 2011. Penunutun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM, Makasar.
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia, Jakarta.
Steenis, C.G.G.J van. 1981. Flora Untuk Sekolah di Indonesia. Pradnya Paramita, Jakarta.
Tim Penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM



Tidak ada komentar:
Posting Komentar