animasi bergerak gif
IN YOUR EYES: Laporan Praktikum MIKROBIOLOGI NUTRISI - PEMBUATAN MEDIA AEROB DAN ANAEROB

Rabu, 09 September 2015

Laporan Praktikum MIKROBIOLOGI NUTRISI - PEMBUATAN MEDIA AEROB DAN ANAEROB

Laporan praktikum ke : 4
Hari/tanggal : 21 April 2015
Mikrobiologi nutrisi
Nama asisten :
Gusti A. Gultom    D24080102


PEMBUATAN MEDIA AEROB DAN ANAEROB

Wungu Endah Cahyani
D24130061
Kel 02/G2










DEPARTEMEN ILMU NUTRISI & TEKNOLOGI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015



PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kegiatan mikrobiologi erat kaitannya dengan pembuatan media. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium atau media. Isolat dapat ditumbuhkan pada media yang disediakan. Kemampuan mikroba untuk tumbuh dan berkembang pada media salah satunya dipengaruhi oleh kesesuaian media dengan jenis mikroba yang akan ditumbuhkan. Berdasarkan kebutuhan mikroba terhadap oksigen untuk hidup, maka media tumbuh dikelompokkan menjadi media anaerob dan aerob.
Media aerob merupakan media yang digunakan untuk menumbuh kembangkan mikroba yang bersifat aerob (tahan terhadap oksigen). Salah satu mikroorganisme yang sering ditumbuhkan pada media jenis ini adalah kapang. Sedeangkan media anaerob merupakan media yang digunakan untuk menumbuh kembangkan mikroba yang bersifat anaerob, perlu adanya pengosongan oksigen yang dilakukan dengan cara memasukan karbondioksida pada media.

Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar praktikan dapat memahami dan mempraktekan pembuatan media aerob dan anaerob.




TINJAUAN PUSTAKA
Media adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen. Dasar makanan yang paling baik bagi pemeliharaan dan pembiakan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organik seperti rebusan daging, sayur-sayuran, sisa makanan atau ramuan-ramuan yang dibuat oleh manusia (Pelczar, 1988).
Media aerob merupakan media untuk menumbuh kembangkan mikroba yang bersifat aerob. mikroba aerob adalah mikroba yang membutuhkan O2 untuk pertumbuhannya sedangkan media anaerob merupakan media yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang bersifat anaerobik karena memberikan lingkungan yang lebih memungkinkan untuk bakteri jenis tersebut untuk hidup (tidak membutuhkan O2).
Pengenalan bakteri ogimoto dan imai 1981
Rumen merupakan ekosistem yang mengandung komponen biotic dan abiotik. Komponen Biotik adalah mikroba rumen dengan populasi berkisar antara 1010 sampai 1012 sel/ml cairan rumen (Ogimoto dan Imai, 1981) Mikroba Rumen sangat diperlukan dalam proses pencernaan.
Definisi Anaerob dan Aerob
            Anaerob artinya yaitu “hidup tanpa udara”. Perkembangan bakteri anaerob ini terjadi pada tempat-tempat yang sedikit atau sama sekali tidak mengandung oksigen. Bakteri anaerob sering menyebabkan ulkus pada penderita diabetes, gangren, infeksi yang merusak lapisan kulit sebelah dalam dan jaringan serta luka infeksi akibat gigitan.  Susunan saraf pusat. Bakteri anaerob menyebabkan pembentukkan abses pada otak dan susunan saraf pada tulang belakang aliran darah. Bakteri anaerob dapat ditemukan di dalam aliran darah penderita yang sakit (keadaan ini disebut bakteremia) (Soearno 2004).
            Aerob adalah keadaan dimana lingkungan media terdapat oksigen.Sehingga bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk proses respirasi. Oksigen juga dibutuhkan bakteri untuk pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan bereproduksi.Bakteri aerob dapat diisolasi dengan mudah dengan mengkultur bakteri pada media cair. Bakteri hasil kultur biasanya berkumpul di permukaan media cair sehingga dapat menyerap oksigen secara maksimal.  Anaerob adalah lingkungan media yang terisolasi sehingga sangat sedikit oksigen atau tidak ada sama sekali oksigen.  Perkembangan bakteri anaerob ini terjadi pada tempat-tempat yang sedikit atau sama sekali tidak mengandung oksigen. Kuman-kuman ini normalnya ditemukan di mulut, saluran pencernaan dan vagina serta pada kulit. Umumnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri anaerob adalah gas gangren, tetanus dan botulisme. Bakteri anaerob dapat menyebabkan infeksi jika barier (sawar) normal (seperti kulit, gusi dan dinding usus) mengalami kerusakkan akibat pembedahan, jejas atau penyakit. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, tetapi kadang-kadang bakteri tersebut mampu berkembang dan menyebabkan infeksi.
ETA (Ekstrak Tauge Agar)
Ekstrak Tauge merupakan salah satu sumber media alami yang dapat digunakan untuk media pertumbuhan mikroalga. Media tersebut mengandung unsur makro dan mikro, vitamin, mineral serta asam amino yang dibutuhkan bagipertumbuhan mikroalga (Nining et al., 2005). Kandungan tauge pada ETA berfungsi sebagai sumber vitamin, nitrogen organik dan senyawa karbon. Sedangkan sukrosa sebagai sumber gula dan energy (Prihantini, 2003).

Agar-agar
 Agar atau sering juga disebut sebagai agar-agar berasal dari bahasa Melayu yang pada awalnya digunakan untuk ekstrak kering maupun untuk makroalgae penghasil agar. Kemudian dalam perkembangannya, istilah yang digunakan untuk makroalgae penghasil agar adalah agarofit (agarophyte). Agar telah digunakan oleh beberapa negara di Asia Timur selama berabad-abad, yakni antara lain sebagai bahan pembuatan kue (puding) dan berbagai produk makanan lainnya. Agar juga merupakan produk makroalgae pertama yang berhasil diekstraksi, dimurnikan dan dikeringkan (Rasyid, 2004).

Resazurin
Resazurin merupakan anaerob indikator yang akan membentuk warna merah pada media yang dibuat jika kontak dengan oksigen. Jika oksigen dalam media semakin banyak maka warna merah yang terbentuk juga akan semakin pekat. Resazurin digunakan sebagai jenis pewarna untuk uji reduksi warna dengan prinsip seperti biru metilen, namun waktu reduksi yang dibutuhkan lebih cepat daripada biru metilen (Turoski, 2001).
Bakto Agar
              Bakto agar dalam bidang mikrobiologi sering digunakan untuk pertumbuhan mikroba karena bakto agar lebih murni dibandingkan dengan agar – agar sehingga lebih transparan sehingga sel – sel mikroba tumbuh dapat dengan mudah dilihat (Winarno, 1999).

Jenis Mikroorganisme
Bakteri dibagi menjadi dua yaitu bakteri aerob merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen untuk proses respirasi. Oksigen juga dibutuhkan bakteri untuk pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan bereproduksi. Sedangkan bakteri anaerob adalah bakteri yang hidup di lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Bakteri aerob lain meliputi Pseudomonas, bakteri Staphylococcus (fakultatif), dan spesies Enterobacteriacae (fakultatif) (Dwidjoseputro, 1990).
MATERI DAN METODE
Materi
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pembuatan media aerob adalah 100 gr tauge, 1,5 gr agar-agar, 500 mL aquades, tabung reaksi, pipet mohr, sumbat kapas, Erlenmeyer, timbangan, panic, kompor, dan autoclave. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan media anaerob adalah 3,7 gr BHI (Brain heart Infision), 1 gr susu skim, 0,05 gr sistein, 0,5 mL hemin, 0,05 resazurin, 0,29 bacto agar, 100 mL aqudes, tabung hungatte, botol scott, pipet mohr, spoit, botol film, alumunium foil, sumbat karet, isolasi panviks, dan autoclave.



Metode
Pembuatan media aerob dimulai dengan menambahkan 500 mL aquades ke dalam 100 gr tauge, untuk kemudian dipanaskan menggunakan panci. Setiap 5 menit sekali dilihat volume larutan agar volumenya tetap konstan 500 mL. dan akan menghasilkan larutan (super natan). Jika dirasa sudah cukup mengekstrak, supernatant tersebut diambil sebanyak 100 mL untuk kemudian dihomogenkan dengan 1,5 gr agar dalam erlenmeyer. Hasil yang Homogen tersebut kemudian diambil sebanyak 3 mL ke dalam tabung reaksi. Tabung yang telah berisi media tersebut kemudian dimiringkan dengan tujuan memperluas daerah pengamatan.
Pembuatan media anaerob dimulai dengan mencampurkan 40 mL aquadest, resazurin, susu skim, BHI, hemin, dan bacto agar dalam botol scott, kemudian ditambahkan aquadest sampai volumenya menjadi 100 mL. Botol scott tersebut, kemudian ditutup menggunakan alumunium foil dan dipanaskan di atas kasa sampai warnanya berubah dari kuning, menjadi merah muda, sampai menjadi kuning jernih. Campuran tersebut kemudian dialiri gas CO2 sampai dingin, untuk kemudian ditambahkan sistein dengan terus mengaliri menggunakan gas CO2. Media tersebut kemudian dimasukkan masing-masing sebanyak 5 mL ke dalam tabung hungate dan ditutup menggunakan penyumbat karet. Media dalam tabung hungate tersebut kemudian di autoclave setelah dikemas dengan isolasi penviks dan dijadikan satu dengan media sejenis dalam satu plastik tahan panas.



HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
           
                        Media Aerob                                                   Media Anaerob

Pembahasan
Perubahan warna pada media anaerob mengindikasikan bahwa media tercampur oleh adanya oksigen. Kare media bersifat anaerob maka apabila terdapat sedikit oksigen akan menyebabkan perubahan warna merah bata yang menunjukkan media tidak steril.
Mikroba anaerob membutuhkan dalam siklus hidupnya dengan menyerap gas CO2 secara penuh. Dan pemakaian selang gas CO2 sangat diperlukan untuk menjaga mikroba agar tetap hidup dalam media.
Bakteri metanogen,Bakteri dari kelompok ini bersifat anaerobik dan kemosintetik. Habitatnya di rawa-rawa dan daerah yang kurang oksigen. Makanan diperoleh melalui pembusukan sisa-sisa tumbuhan yang mati. Proses pembusukan tersebut menghasilkan metana. Metana disebut juga biogas. Beberapa jenis bakteri metanogen dapat hidup bersimbiosis dalam rumen herbivora yang berfungsi memfermentasi selulosa. Beberapa jenis bakteri dari kelompok ini dapat hidup pada suhu tinggi. Bakteri metanogen hidup sebagai pengurai. Contoh bakteri metanogen yaitu Methanobacterium.
Bakteri Halofil, Bakteri halofil mampu hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi. Sebagian dari bakteri halofil mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai pigmen berupa bakteriorhodopshin. Contoh bakteri halofil yaitu Halobacterium.
Ekstrak tauge juga dapat digunakan sebagai media alami bagi pertumbuhan mikralga. Tauge kacang hijau merupakan jenis sayuran yang umum dikonsumsi, mudah diperoleh, ekonomis, dan tidak menghasilkan senyawa yang berefek toksik.Tauge kacang hijau mengandung makronutrein, mikronutrein, vitamin, asam amino, serta gula yang dibutuhkan bagi pertumbuhan mikoalga (Richmond, 1986). BHIB (Brain Heart Infusion Broth) merupakan media untuk menumbuhkan mikroorganisme. Media ini didapatkan dengan menggunakan infus dehidrasi otak babi dan jaringan jantung yang dapat dilengkapi antibiotik, berbagai jumlah natrium klorida, ragi, dan serum untuk menyediakan media yang kaya untuk bakteri, ekstrak ragi, dan jamur(Atlas, 1993).
Media yang dapat digunakan untuk mengembangbiakkan mikroba dapat dibuat dari bahan alam seperti tauge, kentang, wortel, daging, telur, susu ataupun dari bahan buatan yaitu senyawa kimia organik atau anorganik(Suriawiria,1985). Pemilihan media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada pembuatan media untuk berbagai macam organisme harus menggunakan bahan yang mengandung banyak protein dangan berbagai konsentrasinya sehingga dapat menumbuhkan bakteri (Stanier, 2001). Salah satu bahan yang sering dipergunakan adalah tauge. Tauge berfungsi sebagai sumber protein, sukrosa berfungsi sebagai sumber karbohidrat sehinga cocok dijadikan untuk media pertumbuhan mikroba. Selain tauge dapat juga kita ganti dengan kentang, karena kentang mengandung pati.
Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.
KESIMPULAN
Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara yang berguna untuk membiakkan mikroba. Pemilihan media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Atlas, R. M. 1993. Handbook of microbiological media, p. 147-153, CRC Press, Boca Raton, FL.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta (ID) : Indonesia Press.
Richmond. 1986.  Microalgae Culture.CFC Critical Review in Biotechnology 4(4):368-438.
Sutedjo MM, Kartasapoetra AG, Sastroatmodjo RDS. 1996. Mikrobiologi Tanah. Jakarta (ID) : PT. Rineka Cipta.
Stanier, Y. R. Dkk. 2001. The Microbial World. Prenticel Hall. Inc. EigleWood. New        Jersey.
Winarno, F G. 1990.  Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suriawiria. 1985. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung (ID) : Penerbit Angkasa Bandung.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar